KEHIDUPAN SITI FATHIMAH RA

DI MADINAH

         Berbeda dengan kehidupan di Mekkah yang penuh dengan gangguan dan intimidasi dari musyrikin Quraisy, maka kehidupan Siti Fathimah di Madinah jauh lebih aman dan tenteram. Di Madinah Siti Fathimah ra tinggal lagi serumah dengan ayahnya. Beliau mendapat asuhan dan pendidikan langsung dari ayahnya. Kehidupan ayahnya sehari-hari menjadi contoh dan panutan baginya, sehingga apa yang dilakukan oleh Siti Fathimah hampir menyerupai apa-apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw.

        Memang cara Siti Fathimah berbicara, duduk dan berdiri mirip sekali dengan ayahnya. Dalam hal ini Siti Aisyah ra pernah berkata: "Aku tidak pernah menyaksikan ada orang selain Fathimah, yang baik di waktu duduk maupun berdiri, lebih menyerupai Rasulullah saw dalam hal ketenangannya, kebaikan prilakuknya dan pembicaraannya. Apabila Fathimah datang kepada Rasulullah, beliau berdiri menyambutnya, kemudian dicium dan dipersilahkan duduk ditempat beliau. Apabila Rasulullah saw datang kepada Fathimah, putrinya itu berdiri dari tempat duduknya, kemudian mencium ayahnya dan mempersilahkan ayahnya duduk ditempatnya."

         Disamping itu Siti Fathimah memang merupakan wanita yang mempunyai kedudukan yang sangat tinggi dan mulia di sisi Allah dan RasulNya. Baginda Rasulullah saw pernah bersabda kepada putrinya sebagai berikut: "Apakah engkau tidak puas menjadi wanita paling terkemuka diantara semua wanita kaum Muslimin." (Attobari hal 20).