Hubungan Siti Fathimah ra

dengan Siti Aisyah ra

 

Siti Aisyah ra adalah Istri Rasulullah SAW, beliau adalah putri Kholifatu Rosulillah Sayyidina Abu Bakar ra.

Banyak sekali kitab-kitab yang ditulis oleh ulama-ulama kita, yang isinya menerangkan keutamaan dan keistimewaan beliau. Begitu pula peran serta beliau dalam menegakkan agama Alloh, bersama Rosululloh Saw.

  Bagi kita Umat islam keberadaan Siti Aisyah ra disamping Rosululloh Saw, sangat bermanfaat sekali. Terbukti didalam kitab Shohih Bukhori dan Shohih Muslim serta kitab-kitab Hadits yang lain, banyak sekali Hadits-Hadits yang diriwayatkan oleh Siti Aisyah ra. Sehingga sangat membantu tersebarnya ajaran Rosululloh Saw.

Disaat kota Madinah diguncang oleh fitnah atau yang dikenal dengan Hadiitsul Ifik, dimana Siti Aisyah ra telah difitnah dan dituduh melakukan perbuatan serong, maka Alloh SWT menurunkan beberapa ayat yang isinya menerangkan kebaroahan dan kesucian Siti Aisyah dari tuduhan-tuduhan yang dihembuskan oleh orang-orang yang tidak senang kepadanya.

Demikian sedikit mengenai Siti Aisyah ra. Adapun hubungan Siti Fathimah ra dengan Siti Aisyah ra, maka apabila kita membaca biografi Siti Fathimah ra, maka ternyata banyak sekali hadits-hadits yang menerangkan mengenai keistimewaan dan keutamaan Siti Fathimah ra yang  diriwayatkan oleh Siti Aisyah ra.

Hal ini membuktikan bahwa antara mereka telah terjalin hubungan yang sangat baik. Dan ini sekaligus menolak keterangan keterangan orang-orang Syi’ah, yang menerangkan bahwa antara Siti Fathimah ra dengan Siti Aisyah ra telah terjadi permusuhan dan hubungan yang tidak baik.

Bagaimana dikatakan Siti Aisyah ra memusuhi Siti Fathimah ra, padahal justru beliaulah yang sering memuji Siti Fathimah ra dan sering memberikan  keterangan-keterangan mengenai  keutamaan Siti Fathimah ra

        Pernah suatu hari Siti Aisyah ra berkata kepada Rasulullah SAW “Bertanyalah kepada Fathimah, sebab dia itu orang yang tidak suka berdusta “.

  Itulah diantara kesaksian Siti Aisyah ra akan akhlaq dan kebiasaan Siti Fathimah ra, bahkan setelah Rasulullah Saw wafat, Siti Aisyah ra dan istri-istri Rasulullah Saw yang lain sering datang berkunjung ketempat Siti Fathimah ra untuk menghiburnya. Sebab kematian ayahnya benar-benar membuat hatinya sedih.

 

Disamping sering memuji Siti Fathimah ra,  Siti Aisyah ra juga sering memuji Imam Ali Kw .

 Imam Tarmudzi ra meriwayatkan :

 

Ketika Siti Aisyah ditanya, “Siapa orang yang paling dicintai oleh Rasulullah ?. Beliau menjawab; “Fathimah”. Dan dari laki-laki siapa ?. Beliau menjawab; “Suaminya dia adalah seorang yang gemar (tekun) berpuasa dan sholat.”

 

Begitu pula Siti Fathimah ra, walaupun beliau lebih tua dari Siti Aisyah ra, tapi beliau sangat menghormati Ummul Mu’minin Aisyah ra. Ma’lum keduanya telah mendapat pendidikan langsung dari Rasulullah SAW.

Semoga kita digolongkan sebagai orang-orang yang mencintai mereka, sebagaimana Rasulullah Saw mencintai keduanya.

        Adapun orang-orang Syi’ah Imamiyyah Itsna Asyariyyah maka mereka sangat memusuhi dan membenci Sti Aisyah ra. Mereka telah menuduh Siti Aisyah ra telah melakukan kesalahan kesalahan yang bermacam-macam. Diantaranya mereka menuduh Siti Aisyah ra telah berbuat serong dan berusaha membunuh Rosululloh Saw. Bahkan  mereka  dengan  terang-terangan  berani mengatakan , bahwa  Aisyah

adalah kafir ( baca Hayaatul Guluub, oleh Bagir Maj’lisi ).

       Begitu pula ada satu ulama Syi’ah yang karena bencinya kepada Siti Aisyah ra, menamakan kitab karangannya, MASAAWI AISYAH ( artinya keburukan-keburukan Aisyah ).

        Seorang Mulla dari Bangil, ketika membahas Hadits Rosulillah Saw mengatakan sebagai berikut: Orang-orang Syi’ah tidak bisa menerima Hadits-Hadits yang diriwayatkan oleh orang-orang yang berperang melawan Imam Ali diperang Jamal. Karena orang-orang Syi’ah berkeyakinan bahwa orang-orang yang berperang melawan Imam Ali dalam perang Jamal tersebut dianggap kafir,

        Padahal sebagaimana kita ketahui, bahwa perang Jamal, telah terjadi antara Imam Ali kw dan pendukungnya disatu pihak, dengan Siti Aisyah ra, Tolhah dan Zubair berserta pengikutnya dipihak lain,

       Demikianlah faham orang-orang Syi’ah Imamiyyah Itsna asyariyyah, mereka telah menganggap bahwa Siti Aisyah ra, Tolkhah dan Zubair adalah orang-orang kafir.

       Tidakkah mereka tahu, bahwa Siti Aisyah ra adalah istri Rosululloh Saw dan mendapat gelar Ummul Mu’minin. Bahkan Imam Ali kw setelah perang Jamal berakhir berkata, bahwa Aisyah adalah Ummul Mu’minin di dunia dan di akhirat. Sedang Tolkhah dan Zubair adalah termasuk sepuluh Sahabat, yang Mubasysyarin Bil Jannah ( Orang-orang yang diberitakan oleh Rosululloh Saw akan masuk Surga ).

        Tidakkah mereka membaca Suroh An Nur, yang menerangkan kesucian Siti Aisyah?. Tidakkah dengan menuduh yang bermacam-macam terhadap Siti Aisyah ra berarti mereka telah melawan dan menyalahkan Alloh SWT, karena Alloh memuji Siti Aisyah ra?.

         Kalau sudah jelas demikian itu perbuatan mereka, lalu apakah mereka masih minta disebut Mu’minin ?.

         Dengan demikian, setiap orang yang berkeyakinan bahwa Siti Aisyah ra itu kafir, maka dialah yang kafir, sebab berarti dia telah menolak Kalam Alloh. Sedang orang yang menolak Kalam Alloh tidak diragukan lagi kekufurannya.

         Demikian sikap orang-orang Syi’ah terhadap Siti Aisyah ra.