|
PANUTAN
Siti
Fathimah ra adalah seorang yang benar-benar konsekwen dalam
menjalankan perintah agama. Jika para sahabat dikenal taat dalam
melaksanakan semua ajaran Rasulullah saw, lalu bagaimana dengan
putri Rasulullah saw, yang setiap hari setiap saat selalu
mendapat pendidikan langsung dari ayahnya.
Beliau
tidak suka berdusta, tidak berbicara kecuali yang benar (Haq),
tidak suka membicarakan orang lain (ghibah) apalagi Namimah.
Setelah
ayahnya wafat, beliau lebih banyak tinggal di rumah, beribadah,
munajah kepada Allah dan tidak mempunyai ambisi untuk mencari
kekayaan dan kesenangan duniawi.
Sering
para istri Rasulullah saw datang kepadanya untuk mengunjungi dan
menghiburnya. Sebab kepergian Rasulullah benar-benar memukulnya,
beliau sangat sedih, kesehatannya semakin merosot, badannya
semakin kurus dan selalu menangis. Sehingga beliau digolongkan
dalam lima orang di dunia yang dikenal sebagai orang-orang yang
suka menangis. (Mereka adalah: 1. Nabi Adam, 2. Nabi Nuh, 3.
Nabi Ya'qub, 4. Nabi Yahya dan 5. Siti Fathimah).
Beliau Siti Fathimah tidak suka
melihat apalagi bertemu dengan orang yang bukan muhrimnya.
Pernah suatu hari Rasulullah saw
memberi pertanyaan kepada para sahabatnya: "Apa yang terbaik
bagi wanita."
Saat itu tidak ada seorangpun dari
para sahabat yang dapat menjawab, kemudian Sayyidina Ali segera
menemui Siti Fathimah dan menyampaikan pertanyaan Rasulullah saw
tersebut.
Siti Fathimah ra langsung berkata: "Apa tidak
kau jawab, bahwa yang terbaik bagi wanita adalah agar mereka
tidak melihat laki-laki dan tidak dilihat oleh laki-laki."
Setelah mendengar kata-kata Siti
Fathimah itu Imam Ali segera kembali ketempat Rasulullah dan
menjawab pertanyaan Rasulullah tersebut.
Rasulullah saw segera bersabda kepada
Imam Ali: "Siapa yang membelajari kamu?"
Imam Ali menjawab: "Fathimah."
Selanjutnya Rasulullah saw bersabda:
"Fathimah Bath'ah Minni (Fathimah itu bagian dariku)."
Demikian
Siti Fathimah, darah daging Rasulullah, seorang yang dikenal
berakhlaq mulia yang layak dan patut dijadikan sebagai panutan
bagi kita semua, terutama bagi kaum Muslimat.
Pembaca
yang kami hormati,
Setelah
kita mengetahui jawaban dan pendapat Siti Fathimah, dimana hal
tersebut menunjukkan perilakunya sehari-hari serta menunjukkan
akhlaknya yang mulia, lalu bagaimana dengan cerita ulama-ulama
Syi'ah yang mengatakan, bahwa setelah Sayyidina Abubakar dibaiat
sebagai khalifah, maka Siti Fathimah pergi menemui
pemimpin-pemimpin Kabilah untuk mencari dukungan bagi suaminya.
Astaghfirullah, itu adalah satu tuduhan yang harus
dipertanggungjawabkan.
Semoga
kita dan seluruh keluarga kita dapat mensuritauladani akhlak
mulia Siti Fathimah ra.
Amin,
amin, Ya Rabbal Alamin
|