Sayyidina Ali kw

Dan  Perang  Khoibar

 

Pada tahun enam Hijriyyah baginda Rosululloh SAW bersama Sahabat Sahabatnya yang berjumlah seribu empat ratus orang berangkat ke Khoibar. Dimana ditempat itu ada beberapa benteng yang letaknya dari Madinah tiga Marohil atau kurang lebih seratus dua puluh lima kilometer. Benteng benteng tersebut dihuni oleh orang orang Yahudi.

 

Dalam Ghozwah atau peperangan itu satu persatu benteng benteng tersebut dapat dibuka dan direbut oleh Muslimin. Namun ketika sampai pada benteng yang bernama Sulalim, Muslimin tidak biasa masuk. Benteng ini sangat luas dengan penjagaan yang sangat kuat, karena didalamnya tersimpan kekayaan mereka yang sangat besar..

Pada saat itu Rosululloh SAW jatuh sakit (Syagigoh) sehingga beliau tidak bisa memimpin langsung pertempuran dan bendera bergantian dipegang oleh tokoh tokoh Sahabat. Namun semuanya gagal untuk membuka benteng tersebut, sehingga Muslimin hanya mengepung benteng itu sampai sepuluh malam.

 

Perlu diketahui bahwa pada saat Rosululloh SAW bersama Sahabat Sahabatnya berangkat menuju Khoibar, Sayyidina Ali kw tidak ikut ke Khoibar sebab beliau sedang sakit mata, dan baru setelah agak enakan beliau menyusul.

 

Selanjutnya dimalam dimana sebelum pagi harinya Muslimin dapat merebut benteng tersebut, Rosululloh SAW mengumumkan bahwa besok beliau akan memberikan bendera kepada seseorang yang akan dapat membuka benteng tersebut. Seorang yang mencintai Alloh dan Rosulnya serta dicintai oleh Alloh dan Rosulnya.

Karenanya malam itu hampir semua Sahabat mengharapkan dirinya yang diberi bendera oleh Rosululloh SAW. Bahkan kata Sayyidina Umar ra; Saya belum pernah mengharap jadi pemimpin terkecuali pada saat itu.

 

Pagi harinya para Sahabat menghadap Rosululloh SAW dan masing masing dalam hatinya mengharap dirinya yang ditunjuk dan diberi bendera.

Kemudian Rosululloh SAW  berkata;  Dimana Ali ?.

Beberapa orang menjawab;  Dia sedang sakit mata.

Kemudian Rosululloh SAW berkata;  Bawa dia kemari.

Selanjutnya setelah Sayyidina Ali kw menghadap, maka Rosululloh SAW segera mendoakanya sambil mengusapkan air ludahnya dimata Sayyidina Ali kw.

Pada saat itu juga mata Sayyidina Ali kw baik dan sepertinya tidak pernah sakit mata. Kemudian Rosululloh SAW memberikannya bendera.

 

Selanjutnya Sayyidina Ali kw dan pasukannya  maju kebenteng tersebut. Didepan pintu benteng Sayyidina Ali kw dihadang oleh jagoan mereka yang bernama Mirhab. Seorang pendekar yang namanya terkenal karena keberaniannya dan kekuatannya.

Ditengah tengah perkelahian dengan Mirhab dan disaat Mirhab terjatuh, maka Sayyidina Ali kw membuka dan mengangkat pintu benteng yang sangat berat dan kuat tersebut. Kemudian pintu itu dijadikannya sebagai perisai dalam perkelahiannya dengan Mirhab.

Tidak lama kemudian Sayyidina Ali kw dapat mengarahkan pedangnya tepat kekepala Mirhab dan terbunuhlah dia.

 

Kemudian Sayyidina Ali kw dan pasukannya masuk kedalam benteng tersebut. Sedang penghuni benteng begitu melihat mereka terdesak dan banyak korban yang sudah berjatuhan, maka mereka akhirnya menyerah.

Diceritakan bahwa setelah pertempuran tersebut selesai, maka delapan orang akan berusaha mengembalikan pintu tersebut tapi mereka tidak kuat untuk mengangkatnya.

 

Demikian cerita perang Khoibar, serta keistimewaan yang didapat oleh Sayyidina Ali bin Abi Tholib kw.                                               

 

***