Sayyidina Ali kw Dan Penanggalan Hijriyah

 

Dalam sejarah disebutkan bahwa Sayyidina Ali bin Abi Tholib  dikenal sebagai penasehat Kholifah Umar Ibnul Khottob ra. Banyak saran saran Sayyidina Ali kw yang diterima oleh Kholifah Umar ra. Sehingga apabila ada masalah penting yang harus dipecahkan oleh Kholifah Umar ra, Sayyidina Ali kw selalu dipanggil untuk diajak bermusyawaroh.

 

Pada suatu hari Kholifah Umar ra sedang bermusyawaroh dengan tokoh tokoh Sahabat, mereka sedang merencanakan untuk membuat Penanggalan sendiri bagi kaum Muslimin. Sebab sampai waktu itu kaum Muslimin masih menggunakan Penanggalan yang dibuat oleh kaum Nasrani dan Yahudi.

Meskipun pembicaraan sudah berjalan beberapa waktu namun mereka belum memutuskan sesuatu. Karena mereka masih mencari batas waktu dimulainya tahun penanggalan.

Tidak lama kemudian masuklah Sayyidina Ali kw keruangan dimana mereka sedang bermusyawaroh, sebab Sayyidina Ali kw termasuk tokoh yang diundang.

Melihat Sayyidina Ali kw masuk keruangan, Kholifah Umar ra merasa lega, kemudian beliau menyampaikan maksudnya kepada Sayyidina Ali kw untuk membuat Penanggalan bagi Muslimin, serta mencari waktu dimulainya penanggalan Islam tersebut.

Mendengar keterangan Kholifah Umar ra tersebut, Sayyidina Ali kw segera memberikan sarannya agar Penanggalan yang direncanakan tersebut dimulai dari hari keluarnya Rosululloh SAW dari rumahnya menuju Madinah.

Alangkah gembiranya Kholifah Umar ra ketika mendengar saran tersebut, dan ternyata para Sahabat yang hadir juga menyambut gembira serta dengan senang hati menerima saran tsb.

Selanjutnya setelah saran dari Sayyidina Ali kw itu disetujui oleh Kholifah Umar ra dan semua yang hadir, maka esok harinya hasil musyawaroh tersebut diumumkan dan resmi dipakai.

Sejah hari itu Umat Islam mempunyai Penanggalan tersendiri yang dinamakan “ PENANGGALAN  HIJRIYAH”.

Demikian peran Sayyidina Ali kw dalam menentukan awal Penanggalan Hijriyah.

***