Pemberian nama keturunan Imam Ali kw dengan nama para Sahabat dan hubungan perkawinan antara keturunan Imam Ali kw dengan para Sahabat dan Keturunannya

 

Hubungan baik antara Imam Ali kw serta anak cucunya dengan para Sahabat dan anak cucunya, telah dibuktikan dengan pemberian nama anak cucu Imam Ali kw dengan nama nama para Sahabat terutama para Khulafaurrosyidin dan nama nama istri Rosululloh Saw, terutama Siti Aisyah ra.

Sebagai contoh, Imam Ali bin Abi Tolib kw telah memberi nama anak-anaknya dengan nama Abubakar, Umar dan Usman. Demikian pula Imam Hasan bin Ali ra telah menamakan putra-putranya dengan nama Umar, Abdurrahman dll.

 Sayyidina Hasan Almuthanna bin Hasan bin Ali bin Abi Talib juga telah memberi nama putranya dengan nama Abubakar. Begitu pula Sayyidina Ali Zainal Abidin ra, yang oleh golongan Syiah dikleim sebagai Imam ke empat, telah menamakan putrinya dengan nama Aisyah serta menamakan putra putranya dengan nama Abdurrahman dan Umar, saudara dari Sayyidina Muhammad Albagir dan Imam Zeid.

Selain Tokoh Tokoh diatas, Sayyidina Musa Alkadhim ra yang dikleim oleh golongan Syi’ah sebagai Imam ke tuju, juga menamakan putra putranya dengan nama Abubakar dan Umar, serta menamakan putri putrinya dengan nama Aisyah dan Ummu Salamah.

Begitu pula Sayyidina Ali Arridho bin Musa yang dikleim oleh ogolongan Syi’ah sebagai Imam kedelapan, juga menamakan putrinya Aisyah. Bahkan beliau sendiri mendapat julukan Abubakar. Begitu pula Sayyidina Ali Al Hadi bin Muhammad yang dikleim oleh golongan Syi’ah sebagai Imam kesembilan, telah memberi nama putrinya dengan Aisyah.

 

Itulah diantara bukti hubungan baik antara Ahlul Bait dengan para Sahabat. Dimana Imam Ali kw dan keturunannya telah memberi nama putra putrinya dengan nama nama para Sahabat dan Istri Istri Rosululloh Saw.

Tapi adakah dari orang orang Syi’ah sekarang yang meniru Ahlul Bait dan menamakan putra putrinya dengan nama nama yang telah kami sebutkan diatas ?.

Padahal para Wali dari keturunan Ahlul Bait banyak yang menggunakan nama nama tersebut seperti; Habib Abubakar bin Abdulloh Alaydrus ( Al Adni ), Habib Syeh Abubakar bin Salim, Habib Abubakar bin Abdulloh Al Attas. Kemudian Habib Umar Muhdhor bin Abdurrahman Assegaf, Habib Umar bin Abdurrahman Al Attas, Habib Usman bin Yahya dan ratusan bahkan ribuan Habaib yang namanya seperti itu.

Adapun tujuan pemberian nama seperti itu tidak lain adalah sebagai bukti cinta mereka serta TABARRUKAN kepada Khulafaurrosyidin dan para Sahabat yang telah dipuji oleh Alloh SWT  dalam Al Qur’an.

 

Disamping  memberi nama putra putrinya dengan nama para Sahabat dan nama Istri Istri Rosululloh Saw, juga telah terjalin hubungan keluarga. Dimana banyak dari anak cucu Imam Ali kw  yang kawin dengan para Sahabat dan keturunannya, seperti apa yang dilakukan oleh Imam Ali kw. Beliau telah menikahkan putrinya yang bernama Ummu Kaltsum dengan Sayyidina Umar Ibnul Khottob.

Demikian pula Sayyidina Husin bin Ali bin Abi Talib kw, beliau telah menikah dengan Hafshoh binti Abdurrahman bin Abubakar ra. Beliau juga menikah dengan Sayyidah Laila binti Abi Murroh bin Mas’ud, dimana ibunya adalah Maimunah binti Abu Sufyan bin Harb. Jelasnya Sayyidina Husin ra juga kawin dengan laila cucu Abu Sufyan bin Harb. Istri Sayyidina Husin ra yang ketiga adalah Ummu Ishaq, beliau putri dari Sayyidina Tholhah bin Ubaidillah ra.

Begitu pula Sayyidina Ali Zainal Abidin ra, beliau adalah sepupu dengan Sayyidina Qosim bin Muhamad bin Abubakar ra. Karena ibu Ali Zainal Abidin dan ibu Qosim bersaudara. Mereka adalah putri putri Yasdajrid raja Persi yang menjadi tawanan Muslimin, dizaman kholifah Umar Ibnul Khottob ra.

Juga apa yang dialami oleh Sayyidah Asma’ binti Umais ra. Setelah suaminya yaitu Sayyidina Ja’far bin Abi Talib meninggal, maka atas perintah Rosululloh Saw beliau kawin dengan Sayyidina Abubakar ra dan mendapat putra bernama Muhamad bin Abubakar. Selanjutnya setelah Sayyidina Abubakar ra meninggal, Asma’ menikah dengan Imam Ali kw.

 

Sering Imam Ali kw berkata;

 

مُحمدٌ اِبْنِى مِنْ ظَهْرِ اَبِى بَكَر

Muhamad anakku dari punggung Abubakar

 

Diwaktu Imam Ali kw jadi Kholifah, Muhamad bin Abubakar diangkat sebagai Kepala Daerah Mesir.

Demikian pula Sayyidina Ja’far bin Muhamad bin Ali Zainal Abidin, ibunya adalah Farwah binti Alqosim bin Muhamad bin Abubakar As Shiddiq. Sedang ibu dari Sayyidah Farwah adalah Asma’ binti Abdurrahman bin Abibakar. Karenanya Sayyidina Ja’far berkata;

وَلَدَنِى اَبُوبَكر مَرَّتَيْن

Saya dilahirkan dari Abubakar dua kali.

 

Dengan demikian berarti cucu Imam Ali kw ( Muhamad Albagir ) telah kawin dengan cucu Sayyidina Abubakar  (Farwah).

 

Begitu pula cucu Imam Ali kw ( Fatimah binti Husin bin Ali ) telah kawin dengan cucu Sayyidina Usman ( Abdulloh bin Amer bin Usman). Dan saudaranya yang bernama Zeid bin Amer bin Usman kawin dengan Sukainah binti Husin bin Ali bin Abi Tolib. Selanjutnya setelah Zeid bin Amer meninggal, Sukainah binti Husin  kawin dengan Mus’ab bin Zubair.

 

Itulah sekilas gambaran hubungan baik antara Imam Ali kw dan turunannya dengan para Sahabat dan turunannya

 

Keterangan diatas dapat dibaca dalam buku ;

Sirotul Musthofa oleh Abul Hasan Annadawi, Al Irsyad lil Mufid, Tarih Alya’gubi, Kasyful Hummah, Umdatuttholib, Haggul Yagin  dll.

***