Sayyidina Ali kw Dan Kholifah Umar ra

 

Kholifah Umar Ibnul Khottob ra adalah seorang pemimpin yang tegas tidak ada kompromi dengan kesalahan, disiplin terhadap bawahannya, jujur tidak mementingkan dirinya dan keluarganya. Dermawan suka mendatangi dan membantu orang yang tidak punya dan sedang kesusahan dan diwaktu malam suka masuk keluar kampung memeriksa dan mengontrol keadaan rakyatnya.

Itulah Kholifah Umar Ibnu Khottob ra, seorang pemimpin yang sangat disukai dan dicintai oleh Muslimin saat itu.

Dalam memutuskan perkara perkara yang penting beliau tidak segan segan meminta pendapat dan saran dari tokoh tokoh Sahabat yang memang beliau pandang ahli dalam bidangnya.

Dalam sejarah dikenal bahwa Sayyidina Ali kw termasuk tokoh yang sering dimintai pendapatnya. Sampai sampai Kholifah Umar ra pada suatu hari setelah memutuskan satu perkara, berkata; “Andaikata tidak karena bantuan Ali, niscaya Umar celaka”.

Demikian Kholifah Umar ra, seorang pemimpin yang arif lagi bijaksana serta menghargai jasa orang lain.

Adapun hubungan kekeluargaan dengan Rosululloh SAW, maka beliau adalah mertua dari baginda Rosululloh SAW, ayah dari Ummul Mukminin Hafshoh ra. Dan guna lebih mendekatkan dirinya dengan Rosululloh SAW, maka beliau menikah dengan Ummu Kaltsum ra putri Sayyidina Ali kw dan Siti Fathimah ra.

Ketika Kholifah Umar ra meninggal Sayyidina Ali kw sangat sedih. Dengan perasaan duka cita yang mendalam dan sambil menangis tersedu sedu beliau berdiri dihadapan jenazah Kholifah Umar ra seraya berkata; ”Hai Abu Hafshoh, sesudah Rosululloh SAW, tidak ada orang yang lebih kucintai dari pada kamu”.

Memang beliau Kholifah Umar ra sangat dicintai oleh para Sahabat, bahkan saat itu ada yang beucap; “Kami menangis ini karena dengan wafatnya Kholifah Umar ra, Islam kehilangan sesuatu (orang) yang tak tergantikan hingga hari Kiamat”.

Hampir semua penduduk Madinah merasa sedih dengan kemangkatan Kholifah Umar Ibnul Khottob ra. Saat itu Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Tholib ra berkata; “ Kalau ada satu keluarga yang tidak sedih dengan wafatnya Kholifah Umar ra, berarti mereka itu adalah keluarga yang buruk”.

***