Pujian Sayyidina Ali kw Kepada  Sayyidina  Abubakar ra.

 

Hubungan Sayyidina Ali kw dengan Sayyidina Abubakar ra sangat dekat, mereka saling hormat menghormati dan saling mencintai.

Disaat Sayyidina Abubakar ra dibaiat oleh para Sahabat sebagai Kholifah, maka Sayyidina Ali kw termasuk Sahabat yang membaiatnya.

Dalam kitab Tarikh Thobari juz tiga halaman 207 diceritakan;  Ketika Sayyidina Ali kw sedang berada dirumahnya, tiba tiba datang seorang dan memberi tahukan bahwa Sayyidina Abubakar ra sudah duduk dimasjid untuk dibaiat oleh para Sahabat.

Mendengar keterangan tersebut Sayyidina Ali kw cepat cepat ke Masjid, bahkan karena tergesa gesanya, beliau hanya pakai gamis tanpa rodi atau surban. Hal mana karena takut terlambat dan langsung membaiat Sayyidina Abubakar ra sebagai Kholifah.

Setelah selesai membaiat Sayyidina Abubakar ra beliau langsung duduk menyaksikan para Sahabat membaiat Kholifah Abubakar ra..

Kemudian beliau memerintahkan seseorang untuk mengambilkan ridaknya yang ketinggalan dirumahnya dan setelah datang dipakainya ridak tersebut diatas gamisnya.

 

Dalam kitab Mustadrok diceritakan;  Muhammad bin Agil bin Abi Tholib berkata: Pada suatu hari Amirul Mukminin Ali kw berpidato sebagai berikut:

Hai orang orang, siapa orang yang paling berani ?.

Maka kami menjawab;   Kamu wahai Amirul Mukminin.

Maka beliau berkata;  Dia adalah Abubakar Assiddiq. Ketika perang Badar, kami mengadakan penjagaan bagi Rosululloh SAW. Saat itu kami berkata; Siapa yang akan menjaga Rosululloh SAW dari musuh ?. Langsung Sayyidina Abubakar ra menghunus pedangnya untuk menjaga Rosululloh SAW.

 

Begitu pula disaat Rosululloh SAW sedang berada di ka’bah, tiba tiba beliau dikerumuni dan diganggu serta disakiti oleh Kuffar Quraisy, dimana mereka berkata;  “Kamu yang menjadikan tuhan tuhan kita menjadi tuhan yang satu ?”.

Demi Alloh saat itu tidak ada seorangpun yang membelanya terkecuali Abubakar. Beliau membelanya sambil mendorong sana dan mendorong sini sambil berkata;  “Celaka kalian, apakah kalian akan membunuh seorang yang mengatakan, Tuhanku adalah Alloh dan telah membawakan kepada kalian bukti bukti dari tuhan kalian”.

Kemudian Sayyidina Ali kw meneruskan pidatonya dan berkata: “Saya bertanya kepada kalian: Mana yang lebih baik, Mukmin Ala Fir’aun apa Abubakar ?”.

Maka yang hadir terdiam, tidak ada seorangpun yang menjawab.

Selanjutnya Sayyidina Ali kw berkata;  Demi Alloh satu harinya Abubakar lebih baik dari pada Mukmin Ala Fir’aun. Dia itu orang yang menyembunyikan imannya dan kemudian Alloh memujinya, sedang Abubakar telah mengorbankan jiwanya dan darahnya karena Alloh.

 

Demikian diantara pujian pujian Sayyidina Ali kw kepada Sayyidina Abubakar ra.

 

Disaat Siti Fathimah ra wafat, malam itu juga Sayyidina Abubakar, Sayyidina Ustman, Abdurrahman bin Auf dan Sahabat Sahabat yang lain berta’ziah kepada Sayyidina Ali kw.

Kemudian disaat Siti Fathimah ra akan disholati, maka Sayyidina Ali kw berkata kepada Kholifah Abubakar ra;

Majulah Ya Ababakar.

Kholifah Abubakar menjawab; Apa tidak kamu saja.

Maka Sayyidina Ali kw berkata; Tidak ada yang layak menjadi Imam terkecuali kamu.

Akhirnya atas permintaan Sayyidina Ali kw tersebut, Kholifah Abubakar ra maju menjadi imam.

Tapi dalam Kitab Muslim diceritakan, bahwa yang menjadi imam adalah Sayyidina Ali .

Demikian pujian pujian dan penghormatan Sayyidina Ali kw kepada Sayyidina Abubakar ra.

***