بسم الله الرحمن الرحيم

 

PEDOMAN UNTUK MENGETAHUI

ALIRAN   SESAT

OLEH  MUI

 

 

Dengan terus bermunculannya aliran aliran sesat dalam Islam di Indonesia, dimana ajaran ajarannya telah menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya dan diyakini oleh Muslimin Indonesia, maka guna mengetahui satu aliran tergolong sesat atau tidak, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan dan menetapkan  pedoman "KRITERIA SESAT".

Sehingga dengan "KRITERIA SESAT" ini, masyarakat dan aparat pemerintah dengan mudah dapat mengetahui, menggolongkan dan menyikapi suatu aliran sesat apa tidak sesat. Mana aliran yang tidak sesat dan mana aliran yang sesat.

 

"KRITERIA SESAT" tersebut dikeluarkan pada tanggal 6 November 2007, dan ditanda tangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"KRITERIA SESAT" tersebut disusun oleh" Tim Perumus Komisi C / Khusus " dan berjumlah sepuluh "Kriteria Sesat".

 

Selanjutnya apabila aliran yang sedang dibahas memenuhi salah satu dari "KRITERI SESAT" tersebut, maka aliran yang sedang dibahas tersebut termasuk aliran sesat.

 

Fatwa MUI tersebut sebagai berikut:

 

 

KRITERIA SESAT

 

Suatu faham atau aliran keagamaan dinyatakan sesat apabila memenuhi salah satu dari kriteria berikut:

 

1.     Mengingkari salah satu dari rukun iman yang 6 (enam) yakni beriman kepada Alloh, kepada Malaikat-Nya, kepada Kitab-Kitab-Nya, kepada Rasul-Rasul-Nya, kepada hari Akhirat, kepada Qadla dan Qadar dan rukun Islam yang 5 (lima) yakni mengucapkan dua kalimat syahadat, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan ramadhan, menunaikan ibadah haji.

2.     Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan dalil Syar'I  (Al-Qur'an dan Assunnah).

3.     Meyakini turunnya wahyu setelah Alqur'an.

4.     Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran Al-Qur'an.

5.     Melakukan penafsiran Al-Qur'an yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.

6.     Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam.

7.     Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para Nabi dan Rasul.

8.     Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir.

9.     Merubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syari'ah, seperti haji tidak ke Baitullah, shalat fardlu tidak 5 (lima) waktu.

10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil Syar'i, seperti mengkafirkan muslim karena bukan kelompoknya.

 

    Demikian sepuluh "KRITERIA SESAT" yang telah ditetapkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

***

Pembaca yang kami hormati.

Setelah kita baca dan fahami sepuluh Kriteria Sesat diatas, mari kita baca kajian dan fatwa yang dikeluarkan oleh Yayasan Albayyinat mengenai Syi'ah Imamiyyah Itsna'asyariyyah atau yang mengaku sebagai Madzhab Ahlul Bait.

 

Sekarang ini dengan resahnya masyarakat yang dikarenakan ulah tokoh tokoh Syi'ah serta ajarannya yang sangat menyinggung ummat Islam Indonesia, ada sebagian masyarakat yang masih meragukan dan menanyakan kesesatan bahkan sampai dimana kesesatan Syi'ah Imamiyyah Itsna'asyariyah yang sedang berkembang di Indonesia atau yang sekarang menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait.

 

Untuk itu dibawah ini kami Redaksi Ash-Showaiq menyampaikan satu kajian dan sekaligus merupakan fatwa yang dikeluarkan oleh Yayasan Albayyinat.

 

 

ALIRAN   ATAU   MADZHAB

Syi'ah Imamiyyah  Itsna'asyariyyah

Ditinjau   Dari   "  KRITERIA   SESAT "

Yang Dikeluarkan  Majelis Ulama Indonesia

Pada tanggal 6 November 2007

Suatu faham atau aliran keagamaan dinyatakan sesat apabila memenuhi salah satu dari kriteria berikut:

 

1.  Mengingkari salah satu dari rukun iman yang 6 (enam) yakni beriman kepada Alloh, kepada Malaikat-Nya, kepada Kitab-Kitab-Nya, kepada Rasul-Rasul-Nya, kepada hari Akhirat, kepada Qadla dan Qadar dan rukun Islam yang 5 (lima) yakni mengucapkan dua kalimat syahadat, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan ramadhan, menunaikan ibadah haji.

 

Syi'ah Imamiyyah Itsna'asyariyyah mempunyai Rukun Iman 5 (lima), berbeda dengan diatas; Attaukhid, Annubuwwah, Al-Imamah, Al-Adlu dan Al-Ma'ad. Rukun Islamnya juga berbeda;  As-Shalah, Az-Zakah, As-Saum, Al-Haj dan Al-Wilayah. Dengan demikian Syi'ah Imamiyyah Itsna'asyariyyah adalah agama tersendiri yang tidak ada hubungannya dengan Islam dan Muslimin.

                                                                      (Al-Kafi  - 2  -18 )

 

2.  Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan dalil Syar'I  (Al-Qur'an dan Assunnah).

 

Aqidah Syi'ah Imamiyyah Itsna'asyariyyah bertentangan dengan Al-Qur'an dan Assunnah) bahkan menolak Kalamulloh.

 

11.  Meyakini turunnya wahyu setelah Alqur'an.

 

Syi'ah Imamiyyah Itsna'asyariyyah berkeyakinan bahwa Malaikat Jibril setelah Rosululloh SAW wafat masih turun membawa wahyu untuk Siti Fathimah ra. Wahyu tersebut mereka beri nama Mus'haf Fathimah.                                            (Al-Kafi  1- 239/240  )

 

12. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran Al-Qur'an.

 

Syi'ah Imamiyyah Itsna'asyariyyah berkeyakinan bahwa Al-Qur'an yang kita baca sekarang ini sudah tidak orisinal atau tidak asli sebagaimana yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Sebab Sudah dirubah, dikurangi dan ditambah oleh para Sahabat.

                            (Faslul Khitob Fi Itsbati Takhrifi Kitab Robbil Arbab)

 

13. Melakukan penafsiran Al-Qur'an yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.

 

Syi'ah Imamiyyah Itsna'asyariyyah mempunyai kitab-kitab tafsir yang berbeda dengan kitab-kitab tafsir yang diakui di Indonesia.

 

14. Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam.

 

Syi'ah Imamiyyah Itsna'asyariyyah disamping menganggap hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam juga menganggap ucapan para Imam 12 sebagai sumber ajaran Islam.

 

15. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para Nabi dan Rasul.

 

Syi'ah Imamiyyah Itna'asyariyyah mendudukkan para Imam mereka diatas para Rasul.      

                                   ( Al-Khukumah Al-Islamiyyah halaman 52)

Dan Khumaini dalam bukunya Kasy'ful Asror halaman 155, telah menuduh Rosululloh SAW tidak menyampaikan perintah Alloh..

 

16. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir.

 

Syi'ah Imamiyyah Itsna'asyariyyah berkeyakinan bahwa malaikat Jibril setelah Rosululloh SAW wafat masih turun membawa wahyu untuk Siti Fathimah yang mereka beri nama Mushaf Fathimah. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak berkeyakinan bahwa nabi penerima wahyu terakhir.

 

17. Merubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syari'ah, seperti haji tidak ke Baitullah, shalat fardlu tidak 5 (lima) waktu.

 

Syi'ah Imamiyyah merubah waktu shalat menjadi 3 (tiga) waktu.

 

18. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil Syar'i, seperti mengkafirkan muslim karena bukan kelompoknya.

 

Syi'ah Imamiyyah Itsna'asyariyyah berkeyakinan bahwa para Sahabat (termasuk Abubakar ra, Umar ra dan Utsman ra) setelah Rosululloh SAW wafat, mereka menjadi Murtad.                   (Alkafi-8-245)

 

***

 

Pembaca yang kami hormati.

Setelah kami kaji aqidah Syi'ah Imamiyyah Itsna'asyariyyah dari kitab-kitab rujukan Syi'ah Imamiyyah Itsna'asyariyyah dan setelah kami tinjau dari " KRITERIA  SESAT " yang dikeluarkan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia), ternyata aqidah atau ajaran atau Madzhab atau aliran Syi'ah Imamiyyah Itsna'asyariyyah atau Syi'ah Khumainiyyah atau yang sekarang menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait sangat sesat dan menyesatkan serta berbahaya bagi agama, bangsa dan negara. Sebab tidak hanya memenuhi salah satu dari  sepuluh "Kriteria Sesat" tersebut, tapi memenuhi semua "Kriteria Sesat" yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia tersebut.

                                                  

Dikeluarkan di Surabaya pada hari Kamis, tanggal   6  Desember  2007.

 

                                                  Tim  Fatwa / Litbang  Albayyinat

 


ASH-SHOWAAIQ EDISI  DESEMBER  2007